![]()
LANGKAT (SUMUT) – Pengurusan hak-hak karyawan pensiun di lingkungan PT SGN PG Kwala Madu diduga berjalan lamban. Sorotan tersebut mengarah ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini disebut-sebut dipegang oleh seorang karyawan pelaksana berinisial ES.
Informasi ini disampaikan sejumlah sumber yang mengaku mengetahui kondisi internal perusahaan kepada wartawan, Senin (02/03/2026). Mereka menilai proses pengurusan administrasi bagi karyawan yang telah memasuki masa pensiun maupun yang hendak mengklaim hak-haknya berjalan tidak maksimal.
“Sebagai contoh, pengurusan karyawan yang sudah pensiun atau yang ingin mengklaim hak seperti Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan serta pengurusan SHT dinilai sangat lambat,” ungkap salah seorang sumber yang mengaku sebagai karyawan yang telah pensiun.
Sumber tersebut juga menuding bahwa proses administrasi bisa berjalan lebih cepat apabila disertai “uang pelicin”. Namun demikian, tudingan tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya dan belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan.
Lebih lanjut, sumber lain menyebutkan bahwa oknum berinisial ES saat ini dikabarkan tengah mengikuti proses seleksi calon karyawan pimpinan. Ia berharap pihak manajemen dapat menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Masih berstatus karyawan pelaksana saja sudah berani seperti itu, apalagi kalau sudah menjadi karyawan pimpinan,” ujar sumber tersebut.
Selain itu, sumber juga menyebut bahwa pimpinan tertinggi di bagian SDM berada di bawah pengawasan manajer keuangan berinisial IM. Ia meminta agar jajaran direksi dan manajemen perusahaan melakukan penelusuran langsung dengan meminta keterangan dari karyawan aktif maupun nonaktif di Pabrik Gula Kwala Madu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT SGN PG Kwala Madu belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan berimbang dari pihak perusahaan. (TIM)
